Andai


Andai, kata maaf dan lupa itu menjadi satu rangkaian sebuah kalimat, “Aku memaafkanmu dan aku sudah melupakan atas segala kesalahanmu” betapa damai dan indahnya hidup ini. Kita tidak lagi diliputi prasangka, tidak lagi sibuk menerka kesalahan orang, tidak dibebani dengan mengingat-ingat kesalahan orang lain. Sementara jika kita bertanya pada diri sendiri atas kesalahan kita, kita sendiri saja sulit memaafkan dan melupakannya, bukan?

Andai, mereka mengerti akan konsep memahami hidup orang lain, tidak melihat bagian menyenangkan atau terburuknya saja, masa lalu bahkan hingga ke khawatiran yang sedang dihadapi, betapa damai dan indahnya hidup ini. Tidak perlu ada lagi beberapa statmen yang harus dijawab dengan kalimat “Hanya Tuhan lah yang tahu”.

Advertisements

One thought on “Andai

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s