Ketika Semua Mulai Berfase


Ibarat kepompong yang menggantung di salah satu dahan pohon rimbun. Lama kian lama ketika dia mampu melakukan fasenya maka ia akan meninggalkan pohon tersebut. Begitu pula dengan teman kita saat ini. Maka satu persatu teman bermain kita, teman yang selalu menjadi tempat curahan hati, teman yang selalu memperhatikan, menasehati, begitu mudah untuk diajak berkumpul dan bertemu, kini mulai melakukan fase barunya, begitu sulit untuk melakukan hal seperti itu kembali bersama kita.

Banyak dari mereka kini mulai melepaskan status kesendiriannya dengan menikah. Menikah dengan orang-orang yang secara tiba-tiba tak terduga mampu membawanya mengakhiri masa kesendiriannya. Menikah dengan orang-orang yang telah sekian lama menajalani hubungan dengan kekasihnya. Akhirnya komunikasian yang biasanya sangat leluasa tanpa memperhatikan perkataan itu menyinggung atau menyakiti atau bahkan mengundang gelegak tawa menjadi berbeda dengan pertimbangan tertentu. Dan semakin lama semakin habis. Ada interaksi yang berubah dan memang harus berubah. Ada hal-hal baru yang berbeda dengan ketika hidup sendiri.

Sedikit banyak aku memperhatikan perubahan dari teman-temanku. Meski kini aku belum berada diposisi mereka. Mungkin suatu hari teman-teman yang akan melihatku berubah. Tapi aku bahagia bisa menjadi saksi dari perubahan hidup orang lain. Bisa mengambil hikmah dan ceritanya menjadi sebuah rangkaian pemahaman baru dalam hidup.

Mungkin esok, fase ini akan menjadi beranjak berat. Ketika usia kita sudah mendekati kematian. Maka esok kita akan melihat satu per satu teman kita hari ini pergi meninggalkan dunia ini. Sejak hari ini pula aku berniat untuk bisa menghadiri undangan pernikahan teman-temanku meski jauh, menghadiri undangan khitanan anak-anak temanku meski jauh, menghadiri pernikahan anak-anak temanku meski jauh, dan kelak akan menghadiri pemakaman teman-temanku meski jauh. Ataupun sebaliknya.

Karena kehidupan ini adalah sebuah perjalanan pendek. Betapa berharganya bila teman-teman kita hari ini adalah teman kita dalam melakukan kebaikan-kebaikan besar. Sesuatu yang begitu berharga untuk kita kenang. Karena hari ini kita masih memiliki kekuatan untuk melakukan begitu banyak hal baik.

Selamat memasuki fase baru untuk teman-temanku yang luar biasa. Kelak, ada masanya hidup ini akan berakhir. Semoga kematian menjadi pengingat terbaik untuk kita selalu berbuat baik kepada pasangan kita, kepada anak-anak cucu, kepada orang tua, kepada siapapun yang hadir dan pergi dalam hidup kita.

Advertisements

4 thoughts on “Ketika Semua Mulai Berfase

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s