Bukannya Aku Mengabaikanmu


Aku memang masih seperti dulu. Ya dulu saat kamu pertama kali mengirim pesan kepadaku dan bertanya kepastian siapa pemilik nomor telfon yang kamu hubungi. Pesan singkatmu saja aku balas tiga hari kemudian. Dari situ mungkin kamu sudah dapat mengatakan aku ini kaku, dingin, misterius tidak pernah menyapamu meskipun setiap hari kamu mondar mandir melintasi depan tempat dudukku kala kita sekelas dulu. Seperti katamu, terkadang dan lebih lagi aku itu menyebalkan.

Mungkin sekarang aku yang mengalami kebalikannya. Kamu begitu acuh tak acuh, kelihatan tidak peduli dan memang kenyataanya memang kamu disana tak peduli denganku. Memang, aku tak pernah lagi begitu rajinnya sms atau telfon kamu ataupun membalas pesanmu di media sosial. Mungkin kamu tidak tahu, mengapa aku bersikap seperti itu.  Aku hanya menjaga jarak dan memberi mu terus waktu untuk bisa berhayal setiap engkau beranjak tidur tentang lelaki yang engkau kagumi selama ini. Dan supaya tidak ada waktu untuk memikirkanku, selebihnya supaya kamu lebih sering mengabaikan pesan singkatku. Aku tahu dia bukan aku. Bukannya aku mengabaikanmu, cuma caraku berbeda dengan lelaki lain. Aku tidak akan sembarang memberi perhatian. Meski kamu menuntut diperhatikan. Karena aku mulai lebih menyadari sosokku dihidupmu seperti apa.

Advertisements

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s