Yang Tak Akan Pernah Tamat


Tamat, seperti dalam cerita ataupun kisah yang tayang di televisi ataupun sebuah novel jika sudah ada kata tamat berarti usai sudah segala ceritanya. Yang ada cuma akan ada sebuah cerita yang membahas kembali cerita yang sudah tamat. Namun berbeda dengan kita. Ya, kita berdua antara aku dan kamu. Meski cerita lalu yang indah saat bersamamu telah tamat, meskipun terkadang kita membahasnya kembali disaat duduk bersama ataupun melalui pesan singkat itu.

Aku yang tidak bisa membencimu namun sejujurnya aku pun tak mampu membencimu. Yang pernah kau utarakan dalam sebuah paragraf tersusun rapi, terselip sebuah kalimat yang menyatakan kamu juga tidak tahu harus menyebutnya apa dengan kedekatan kita. Memang aku tak ingat kapan aku memulainya lagi hingga menjadi seperti ini. Aku tahu, aku yang tak bisa memulai menyelesaikannya dan aku tahu kamu pun juga tak akan mau memulai menyelesaikannya. Dan denganmu lah yang tak akan pernah tamat.

Advertisements

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s