SENJA


” Sombong kali sekarang koe mas “

Sebuah pesan singkat yang ku terima 24 jam lalu dari seseorang yang memang sudah lama tak pernah ku dengar kabarnya lagi. Bukan aku tak mau menghubunginya lagi, ataupun sekedar menanyakan kabar. Namun terkadang aku memang sedang sibuk mengerjakan sesuatu, ataupun karena beberapa pesan singkatku sering kali tidak pernah ada balasan darinya.

Ku balas dengan beberapa kata-kata baku pesan singkatnya. Namun terkadang pesan singkatku tak pernah dianggapnya serius melainkan hanya bercanda. Tapi perlu diketahui pada dasarnya setiap perkataanku selalu serius. Sedikit tersenyum namun tak tahu apa makna, maksud dan tujuannya pesan yang aku terima sekitar pukul 21:42 WIB kemarin darinya.

R : “Rangkaikan aku beberapa kalimat mas”

P : “Kalimat apa??”

R : “Apa saja yang kamu suka mas”

P : “Untuk siapa dari siapa??”

R : “Untuk ku darimu mas”

P : “Waits, apa aja?? Beneran ??

R : “iya mas”

Aku bingung, aku bukanlah perangkai kata-kata, ataupun yang pandai membuat kata-kata indah apalagi itu untuk seorang wanita sepertinya. Hampir dua jam hanya membuatkan beberapa baris dan kalimat sesuai keinginannya dan aku kirim tengah malam itu juga. Indah atau tidaknya, tapi seperti awal ku katakan semua tak akan bisa dinilai dari indahnya kata-kata yang ku berikan padamu.

” Buatkan juga beberapa kalimat untukku”

Pesan singkatku yang ku kirimkan menjelang siang tadi kepadanya. Dan ku terima balasannya saat senja tiba, saat adzan magrib berkumandang. Sesuai permintaanku, beberapa kalimat tersusun rapi yang tak bosannya ku baca berulang-ulang kali.

” Ku rangkaikan beberapa kalimat untukmu mas. Entah kalimat ini akan indah atau tidak untukmu, tapi semogaselalu kamu simpan dalam ingatanmu.

mas, kamu adalah sosok yang pernah dan masih menemaniku sampai saat ini, meskipun dalam situasi yang berbeda. Kedekatan kita begitu indah meskipun aku terkadang tidak tahu harus menyebut kedekatan kita ini seperti apa.

Aku seperti benang yang menemukan jarum ketika bersama mu. Aku merasa cocok dan indah jika kita bersama. Tapi aku juga merasa takut jika jarum patah atau benang habis kamu akan pergi.

Kamu lelaki baik mas. Yang selalu mencintai wanitamu dengan semestinya. Berbahagialah dengan hidupmu mas. Aku yakin kamu akan dapatkan yang terbaik. Entah itu aku atau bukan, bahagia itu datang pada waktunya mas. “

Belum sempat aku balas pesang singkatnya disenja itu. Aku bingung harus menjawab dan berkata apa.

Advertisements

2 thoughts on “SENJA

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s