4 Idola Remaja Tahun 1990an


Pada era tahun 90an memang banyak penyanyi terkenal bermunculan dikancah musik nasional. Bisa dikatakan hingga sampai sekarang mereka telah menjadi legenda. Diantarannya seperti Poppy Mercury, Abiem Ngesti, Nike Ardila, dan Andy Liany. Banyak lagu-lagu yang hingga saat ini masih dikenal dikalangan anak-anak hingga orang tua. Namun sayangnya mereka di puncak kesuksesanya harus meninggalkan para penggemarnya untuk selama-lamanya. Berikut ini 4 idola remaja era 90an.

1. Nike Ardila

nike ardila

Nike ardila atau nama panjangnya Raden Rara Nike Ratnadilla Kusnadi, lahir di kota Bandung, Jawa Barat 27 Desember 1975. Dia meninggal karena kecelakaan tunggal pada 19 Maret 1995, di  jalan RE. Martadinata. Mobil honda civic dengan nomor polisi D 27 AK yang ia kendaraai menabrak pagar beton bak sampah. Adapun rekor dan penghargaan selama bekarya dan setelah ia meninggal seperti berikut ini :

Penghargaan internasional

  1. GOLD Prize Asian Song Festival 1991.
  2. Best Indonesian Selling Album in Malaysia Anugerah Musik 1994, Duri Terlindung Album
  3. 2nd Runner Up Best Performer – ABU Golden Kite World Song Festival Kuala Lumpur Malaysia 1994
  4. Nike Ardilla Stamp had been released in Russia (Abkasia and Tauva Region), 1996.
  5. Golden Prize Malaysia Music Awards for 10 Tahun Koleksi terunggul Album, 2005.

Penghargaan nasional

  1. 1st Champion “Lagu Pilihanku”, TVRI Jakarta, 1980.
  2. 1st Champion Pop Singing HAPMI, 1985 Bandung.
  3. 3rd winner “TERUNA Festival Indonesia”, 1986.
  4. 1st Champion ” 3 Genre Singing Festival West Java”, 1987.
  5. Multi-platinum Awards for Seberkas Sinar Album, 1989.
  6. Best Selling Album, BASF Awards 1990, For Bintang Kehidupan Album.
  7. The Best Performer – Indonesian Popular Song Festival 1990.
  8. Best Selling Album, BASF Awards 1991, For Nyalakan Api Album.
  9. Multi-platinum Awards for Matahariku Album, 1992.
  10. Best Selling Album, BASF Awards, for Biarlah Aku Mengalah Album, 1993.
  11. Multi-platinum Awards for The Best Of (Tinggalah Aku Sendiri) Album, 1993.
  12. Best Selling Album, HDX Awards, for Biarkan Cintamu Berlalu Album, 1994.
  13. Best Selling Album, HDX Awards, for Sandiwara Cinta Album, 1995.
  14. Biggest Omzet Album, HDX Awards, for Sandiwara Cinta Album, 1995.
  15. Best Selling Album, HDX Awards, for Suara Hatiku Album, 1996.
  16. Music Mingguan Awards ANTeve, Best Selling Album for Suara Hatiku Album, 1996.
  17. Best Selling Album, HDX Awards, for The Best (Deru Debu) Album, 1996.
  18. Triple Platinum Album, BASF Awards, for Mama Aku Ingin Pulang Album, 1996.
  19. Multi-platinum Awards for The Best of Panggung Sandiwara Album, 1997.
  20. Multi-platinum Awards for The Best of Cinta Di antara Kita Album, 1997.
  21. Multi-platinum Awards for The Best of Ingin Ku Lupakan Album, 1998.
  22. Multi-platinum Awards for The Best of Belenggu Cinta Album,1999.
  23. Multi-Platinum Awards for The Best of Volume II Album, 2000.
  24. Multi-Platinum Awards for The Best Beat Album, 2002.
  25. Multi-platinum Awards for Best of The Best Album,2004.
  26. Multi-platinum Awards for Golden Memories Album, 2005.
  27. Multi-platinum Awards for 11 tahun Nike Ardilla Album, 2006.
  28. Multi-platinum Awards for Lagu Pilihan Fans Album, 2007.
  29. Multi-platinum Awards for The Best Of Tinggalah Ku Sendiri CDAlbum, 2008.
  30. Multi-platinum Awards for Number One RBT Album, 2009.
  31. Triple Platinum Awards for Koleksi Lengkap Album, 2010. In 2 days album sold 500.000 copies.

Rekor Nike Ardilla

  1. 17 Tahun kematiannya masih diperingati dan belum ada artis yang meninggal di Indonesia mempunyai pencapaian seperti ini.
  2. Setiap Hari Kelahirannya selalu diperingati sama seperti peringatan Hari Kartini.
  3. Nike Ardilla merupakan tokoh satu-satunya Lintas profesi yang setelah hampir puluhan tahun meninggalnya menjadi Cover tabloid dan atau Majalah berkali-kali, di Indonesia. Terakhir menjadi Cover Tabloid Genie 2 kali berturut-turut di Genie Edisi 36 & 38 Tahun VI bulan Maret 2010.
  4. Artis penyanyi termuda di usia 14 tahun 3 bulan 4 hari dengan penjualan 1 album mencapai 2 juta units, Bintang Kehidupan 1990.
  5. Tokoh Selebrtiti satu satunya yang masih menjadi headline berita di semua media massa.
  6. Kematian Nike Ardilla adalah berita paling heboh dan paling menggemparkan dalam sejarah pertelevisian Indonesia, berita kematianya di tayangkan selama 3 bulan berturut-turut, bahkan berita kematian Putri Diana pada tahun 1997 di Indonesia-pun tak dapat menyainginya.
  7. Dikutip dari buku “100 Perempuan Paling Berpengaruh Di Indonesia, Nike Ardilla menduduki peringkat 4 dari 100 perempuan tersebut. Dia berpengaruh karena: kegiatan amal yang ia lakukan di seluruh penjuru Indonesia, nyaris semua remaja perempuan meniru dia, mulai dari gaya rambut hingga cara berpakaiannya. Nike Ardilla adalah icon dari aliran musik slow rock, buktinya setelah kematian Nike Ardilla pada tahun 1995 akibat kecelakaan musik slow rock tak lagi berjaya.
  8. Nike Ardilla secara anumerta, bersama delapan tokoh musik lainnya mendapatkan penghargaan Nugraha Bhakti Musik Indonesia dari PAPPRI, kesembilan tokoh musik tersebut adalah sebagai berikut :
    1. Gombloh
    2. Nike Ardilla
    3. Titiek Puspa
    4. Anggun
    5. Iwan Fals
    6. Ebiet G Ade
    7. Titiek Sandhora
    8. Deddy Dores
    9. Broery Marantika

2. Abiem Ngesti

abiemAbiem Ngesti, adalah penyanyi cilik yang selalu menghiasi layar kaca di era 90an melalui saluran televisi TVRI dengan program acara Album Minggu Kita. Lahir di Kudus 30 Oktober 1978 dengan setelan Rock n Roll memegang gitar lalu berdendang, “Akulah pangeran dangdut yang akan mengguncang dunia”…. Dengan suara tinggi khas anak kecil lagunya “Pangeran Dangdut” langsung menghipnotis penggemar dangdut yang  merata di kalangan menengah ke bawah.

Sabtu, 19 Agustus 1995 sekitar pukul 03.30 WIB, kecelakaan merenggut nyawa Pangeran Dangdut yang belum sempat disematnya. Jalan tol Jakarta-Cikampek menjadi saksi akhir hidup dari sang bintang yang menghembuskan nafasnya bersama ibu, adiknya, serta sepupunya. Meski julukan Pangeran Dangdut belum betul-betul disematnya secara luas, tapi di hati penggemarnya Sang Pangeran Dangdut bersemayam penuh takzim selamanya.

3. Poppy Mercury

popi

Poppy yusfidawaty atau yang lebih dikenal dengan nama fenomenalnya yakni Poppy Mercury. Nama Poppy Mercury di ambil dari sang idolanya sendiri yakni. Fredie Mercury. Yang merupakan vokalis dari band Queen yang sudah meninggal pada tahun 1991. Poppy Mercury lahir di bandung tanggal 15 november 1973 dan wafat di bandung 28 agustus 1995 di usianya yang ke 21 tahun. Karena penyakitnya yakni komplikasi maag, radang tenggorokan atau yang lebih dikenal dengan dhipteri dan rematik. Ia meninggal di rumah sakit hasan sadikin bandung setelah sempat beberapa hari tak sadarkan diri. Album lagu poppy mercury yang sangat populer diantaranya :

  • Antara Jakarta dan Penang 1991
  • Surat Undangan 1992
  • Terlambat Sudah 1993
  • Antara Kau Dia dan Aku 1993
  • Biarkan Ku Pergi 1994
  • Hati Siapa Tak Luka 1995
  • Tak Mungkin Dipisahkan 1995
  • Bukan Aku Yang Kau Cinta 1995

4. Andy Liany

andi

Tahun 1990an memang banyak sekali musisi di tanah air ini. Mereka produktif dalam menghasilkan karya yang berkualitas. Termasuk Andy Liany, vokalis asal Bandung yang menorehkan kenangan manis bagi penggemarnya. Andy Liany meninggal dunia ketika karirnya sedang berkembang. Kini Lagu-lagunya menjadi kenangan yang tak terlupakan bagi penggemarnya. Ada beberapa lagu yang menjadi hits dari Sang vokalis. Misalnya Sanggupkah, Antara Kita, Ingin Rasanya. Gambar di atas adalah cover kaset untuk album Satu Cita, sebuah Single Album, yang mengenalkan nama Andy Liany di blantika musik Indonesia di tahun 1991.

Awal karier bermusik diawali dengan bergabung dalam grup musik “Z Liar”. Bersama grup ini, dua singel, Fitnah dan Bumi, dirilis bersama dalam album kompilasi “Indonesian Rock Metal 1” garapan Bursa Musik pada tahun 1990. Andy pernah menjadi vokalis Slank formasi awal. Ia juga pernah menjadi vokalis Elpamas. Pada tahun 1991 ia merilis satu album singel dengan lagu Satu Cita, namun tidak sukses. Selanjutnya ia bergabung bersama Pay, Ronald, dan Once membentuk Fargat 27, dan merilis album “Seribu Angan”. Album solo pertamanya adalah “Misteri”, di bawah label Wins Record. Salah satu lagunya, Sanggupkah Aku, mengangkat namanya ke pentas nasional. Setahun kemudian keluar album solo kedua, “Antara Kita” dengan hit berjudul sama, Antara Kita.

Kariernya yang pendek berakhir karena kematiannya pada tahun 1995.

Advertisements

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s