Terucap darinya, kisah masa lalu


Tengah malam itu selepas ku tuang air panas kedalam secangkir gelas yang berisikan 2 sendok kopi dan satu sendok gula pasir. Masih menatap layar laptopku yang hanya berukuran 14 inch. Yang semulanya handphone tak ribut seperti biasanya, terdengar nada pesan masuk. Ah . . mungkin pesan singkat dari operator selular yang aku pakai, ungkapku dalam hati. Namun beberapa saat kemudian aku buka, ternyata pesan singkat dari Dahayu.

Telfon aku mas.

Tersentak kaget, ada apa ini. Kebetulan pun memang pulsa di handphone ku tak memadai untuk melakukan panggilan. Akhirnya berujung ke chat facebook. Ya, semulanya hanya berbicara biasa-biasa saja namun akhirnya berbicara yang sangat khusus. Sesuatu yang sangat rahasia dihidupnya. Pernah ku katakan padanya, 

sebelum kamu memberitahu aku sudah tahu terlebih dahulu. Meskipun aku tahu tapi itu tidak ada pengaruhnya denganku. Aku dan kamu masih seperti dahulu seperti kita awal bertemu, berkenalan.

Dahulunya aku tahu tentangmu hanya dari teman-temanku dan mereka yang berbicara tidak jelas dan samar-samar. Pernah aku ingin bertanya dulu ketika memang aku bersamanya, meskipun jawabannya benar sesuai apa yang mereka ceritakan. Bukan semampuku, namun aku tetap akan menerimanya.

Namun malam itu serasa terucap semuanya, aku memang tak akan pernah mau membicarakan itu padanya.Sebelum dia menanyakan bagaimana rasanya, aku akan menjawab ” aku tahu dan aku pernah merasakannya juga disaat-saat seperti itu “. Ketika pembicaraanku disalah artikan, kata-katanya pun membuatku salah memahami pembicaraan sebelumnya.

dahayu : mas, apapun yg terjadi sama aku, walaupun kamu tau segala hal tentang aku, tolong jangan ungkapkan **** . meskipun aku nggk tau mereka tau ataupun tidak tentang banyak hal yg terjadi dgn ku.

 

aku gak sejahat yang kamu pikirkan ***

 

dahayu: aku nggak mikir kamu jahat mas.

kamu cuma nggak paham dengan apa yg aku rasakan.

 

ku tanya samamu, sejauh mana kamu memahamiku?

 

dahayu : ****&&$$%^^^*********

 

Begitu banyak cerita-cerita masa lalunya, dan kenyataannya semua sesuai dengan apa yang aku ketahui dahulu. Berulang kali aku meyakinkan, semua akan baik-baik saja.  Ya, akhirnya kata nyaman terlontar melalui pesan singkat di facebook. Dan ternyata aku masih bisa membuatmu tersenyum, meski ku tahu disana kamu menghabiskan air matamu ditengah malam.

aku nyaman sama *** ***

Ingatlah dahayu, Masihkah enggan melepas masa lalu dan terus bersedih karenanya? Ingat lah, kebahagiaan ada didepan, bukan di belakang. Pesan malam ini yang ku kirim untuknya.

Advertisements

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s