Harga Sebuah Perjuangan


” Meski kamu mencintaiku, dulu. Itu tak akan pernah cukup dengan hanya sebuah ikatan dan kebersamaan “

Kembali tulisan tentang masa lalu, yang tak pernah aku tuliskan sebelumnya. Pernah aku melupakannya namun itu kembali teringat jelas semua beberapa hari ini. Ingin rasanya aku duduk kembali berdua denganmu hanya untuk membicarakan ini. Namun waktu, waktu sebagai kunci sukses atau tidaknya pertemuan itu. Hanya bercerita, tentang dulu. Karena pertanyaanmu menarikku kembali ke masa lalu. Kembali dimulai dari,

03 Oktober 2009

Masih ingatkah kamu tanggal itu? Pastinya tanggal itu bukan awal aku mulai sering sms dan telpon kamu ataupun awal aku melihatmu, mulai cinta diam-diam, karna memang dulu aku mencintaimu bukan karena cinta pandangan pertama, bahkan sampai karena begitu perhatiannya dirimu, mendengarkan curahan hatiku, masalah-masalah kehidupanku. Semoga kamu masih ingat, hanya mengingatnya kembali. Bukan untuk memulainya kembali seperti dulu. Jika Tuhan menjawab, mempertemukan itu kembali dengan suasana yang sama. Apa kata, aku pun tak akan pernah tahu akan berbuat apa lagi.

12 Agustus 2010

Lebih keras aku memaksamu mengingat tanggal itu. Sore hari, ketika matahari sudah mulai meredupkan sinarnya dari belahan bumi. Begitu pula dengan semangat ini untuk terus bertahan mulai meredup. Perjuangan yang hampir membuat angka 1 tahun kebersamaan terbuang sia-sia. Dimana aku pertama kalinya merasakan cinta tak pernah direstui oleh kedua orang tua. Ya, orang tuamu sendiri. Inilah awal dari setiap pertengkaran kita kala itu.

1 Juni 2014

Pesan singkatmu ku terima melalui facebook. Yang awalnya hanya menanyakan tugas akirnya, yang hingga detik ini sampai tulisan ini terbit membicarakan masa waktu sekolah di salah satu SMP dimana kami sama-sama menamatkan pendidikan disana. Banyak pertanyaan yang masih tersembunyi dibalik kejadian ini. Salah satunya apakah ini arti dari semua mimpi-mimpi disaat malam disaat tidurku. Entahlah, akupun tak tahu, meski waktu tak akan mampu menjawab semuanya. Tapi ini terjadi sejak 2 minggu lalu.

Dan kembali aku buka semua yang aku simpan. Tidak berniat menyimpan awalnya, aku membuangnya semua ke media penyimpanan data online. Meskipun, sejauh apapun aku membuangnya suatu saat akan teringat kembali. Dimana aku tak memilikinya lagi di hardisk laptop/pc bahkan di hpku, aku bisa melihatnya disitu. Tertawa, tersenyum, hingga berbicara sendiri ketika melihat foto kenangan lima tahun lalu.

Dari cerita singkat itu, aku menyadari. Cinta tidak akan cukup menjadi dasar untuk dua orang membangun sebuah kebersamaan. Cinta bisa hilang ditengah perjalanan, bisa hilang dimakan usia, berubah-ubah seiring waktu, seiring suasana hati, seiring situasi. Cinta boleh menjadi pemicu untuk membangun kebersamaan, menjadi bumbu dalam perjalanan. Tapi, bukan itu dasar dan akar dari sebuah kebersamaan.[Gun]

Melainkan sebuah perjuangan. Tak akan pernah ku ceritakan betapa kerasnya perjuanganku ketika memang bertahan denganmu. Dan memang waktu itu kamu telah membayar perjuanganku lebih, sangat lebih. Namun memang semua itu tidak cukup, aku yang memang tak bisa selalu kamu curigai. Setiap tudingan miring, memang tidak ada yang terbukti satupun. Dan akhirnya aku punya cara untuk mengakhiri semua. Biarlah jelek dipandang orang atas kelakuanku. Jika itu tidak dilaksanakan, aku yang tak mampu bertahan lagi memperjuangkan itu semua.

Dan apalah arti dari statmen di awal tulisan ini. Kebersamaan, ikatan, cinta,  pacaran kah, tak cukup untuk membuat suatu perjalanan sangat berarti. Diperlukan sebuah keteguhan hati, kemantapan hati. Bahwa harus disadari pada perjalanan nanti akan banyak sekali hal yang menghadang, banyak sekali aral yang akan melintang. Pun, juga banyak godaan yang akan memperlemah cinta itu sendiri.[Gun]

Perjuangan, hargailah perjuangan dia yang sangat mencintaimu. Hubungan kebersamaan tidak akan berjalan baik apabila hanya diperjuangkan oleh salah satu pihak, tapi harus keduanya. Pesan terakhirku

Advertisements

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s