Kemarin


Time

Masih tetap sama seperti hari-hari sebelumnya , duduk di kamar mendengarkan beberapa lagu yang bernada tinggi. Mereka sering menyebutnya musik metal. Sejak kapan juga aku tak tahu suka dengan lagu-lagu itu, namun sebagian terdengar mampu menenangkan pikiran. Beberapa pekerjaan yang belum terselesaikan, dan skripsi yang tak tersentuh. Terkadang ingin keluar memandang langit gelap penuh bintang. Kemarin masih tampak langit dan ribuan bintang dari jendela kamarku, namun kini sudah tertutupi rindangnya pohon yang tumbuh tepat di depan jendela kamar.

Malam itu terasa belum lengkap, segelas kopi yang biasa menemaniku belum aku buat. Melengkapi beberapa source code program yang aku buat lalu berniat istirahat membuat kopi. Yang sudah lama tak membuka akun facebookku, ntah mengapa juga aku buka malam itu. Pesan yang begitu banyak menanyakan kabarku, dan beberapa hanya iseng menanyakan siapa kekasihku sekarang. Mulai berputar arah dan berdiri bergegas ke dapur. Langkahku terhenti ketika nada chatting terdengar kuat, terlihat dari jauh nama yang begitu asing karna memang tak begitu jelas terlihat dari pintu kamarku. Nanti saja ku baca, ungkapku dalam hati. Segelas kopi ku bawa kedalam kamar, belum sempat ku rasakan nikmatnya aku letakkan disamping meja kerjaku. Jantung berdetak kencang ketika ku tahu siapa yang mengirim pesan, bergetar tangan ketika akan membalasnya. Manusia ini masih ingat sama aku ternyata.

Kemarin aku yang memang terlalu sibuk dengan kuliah dan beberapa pekerjaan, sehingga saat ini pun aku terkadang lupa dengannya. Kemarin pernah ingin menanyakan kabarnya, supaya tak pernah lagi dia repot-repot datang menemuiku dalam mimpiku. Kemarin memang aku tak ingin lagi mengingat kejadian dimasa lalu, atau bahkan muncul di kehidupannya lagi. Namun aku berfikir dewasa itu memang harus siap, siap mengahadapi masa lalu, maupun masa yang akan datang. Mulai merangkai kata untuk membalas, yang berawal menanyakan program yang error di tugas akhirnya sampai ngajak balapan sepeda. Awalnya aku tak mau berkepanjangan meladeni, namun entah mengapa jari-jari ini begitu nyaman dan cepatnya membalas pesan-pesannya. Kemarin memang terkadang punya saat-saat indah ketika masih bersama. Kemarin memang terkadang punya saat-saat terburuk dalam hidup ketika masih bersama. Kemarin memang namamu selalu memenuhi kotak masuk di telfon genggamku. Namun sekarang memang sangat jauh berbeda. Engkau mau  menghubungiku saja aku sudah bersyukur, dan doaku dalam tulisan apa arti semua ini sudah terjawab.

Dan terus kupandangi monitor laptopku hanya pada satu website saja, tanpa kusadari aku hingga tertidur dan melupakan segelas kopi yang ku buat tadi.

Advertisements

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s