Aku Yang Selalu Bertanya


Ketika berbicara perasaan, sering kali aku selalu bertanya. Tanpa bosan ataupun muak, cuma pertanyaan ini yang selalu membuatku merasa tidak puas akan jawabannya. Apa yang membuatmu cinta padaku, semua orang juga tahu manusia tidak ada yang sempurna, begitu pula aku. Aku tidaklah baik seperti mereka yang berjenis kelamin sama denganku, itu pandanganku.

Aku tidak romantis. Kata-kataku keras, jika engkau bersamaku pastinya kamu capek selalu dengar perkataanku. Apalagiย  membawakanmu bunga setiap malam minggu ataupun berduan denganmu. Mungkin itu hanya mimpi.ย  Apa kamu masih mencintaiku ?

Kampusku juga tak seindah dan terkenal seperti kampusmu. Kampusku yang selalu menjadi bahan ejekan, bisa dikatakan kampus buangan bagi mereka yang tak bisa duduk dibangku kampusmu. Orang pribumi juga akan bertanya tentang kampusku, dimana lokasinya, bagus atau tidaknya. Apa kamu masih mencintaiku ?

Aku selalu berpergian jauh. Motor, aku lebih mencintainya daripada kamu. Bagaimanapun kamu nanti akan marah denganku karena aku selalu sibuk memikirkan motor daripada kamu, aku tetap memilih motor. Apa kamu masih mencintaiku ?

Aku suka kopi. Sesering apapun kamu melarangku untuk berhenti atau bahkan mengurangi minum kopi, mau tidak mau aku tak akan pernah menghiraukannya. Dan maafkan aku jika aku selalu memintamu membuatkan segelas bahkan tiga gelas kopi dalam sehari ketika berada dirumahmu. Apa kamu masih mencintaiku ?

Aku suka masak, boneka dan bunga. Kamu pasti akan malu, jika nantinya teman-temanmu mengetahui hobiku atau kesukaanku yang tak jauh berbeda dengan wanita. Namun apa katamu kemarin, belum tentu wanita bisa sepertimu. Apa kamu masih mencintaiku ?

Aku juga tidak tampan. Kebiasaan melakukan perjalanan jauh membuatku berkulit coklat tua, ya kata mereka kulit orang indonesia sawo matang, tapi tidak dengan kulitku. Sawo busuk lebih tepatnya. Apa kamu masih mencintaiku ?

Ilmu agamaku juga tak seperti dirimu. Selalu tidak pernah telat melaksanakan kewajiban, shalat, membaca kitab suci hingga puasa. Sedangkan aku, jika dirimu menyuruhku shalat aku yang selalu berkata ” ia bentar lagi “, atau ” nanti dulu “. Dan apa kamu masih mencintaiku ?

Aku sering sakit-sakitan. Meskipun kamu selalu bergelut didunia kesehatan, sudah kubayangkan betapa repotnya jika kamu mengurusku sakit. Tidak bisa menemanimu membaca buku dan menonton tv. Dan apa kamu masih mencintaiku ?

Aku selalu membuatmu cemburu. Dimanapun aku berada kecuali dunia gaib, hidupku selalu dikelilingi wanita. Hampir setiap hari pesan di kotak masuk hpku adalah wanita. Dan aku beruntung, karena kamu tak pernah mengecek kotak masuk pesanku. Jika kamu lakukan, maka kamu akan sering marah padaku. Dan apa kamu masih mencintaiku ?

Nah, terkadang aku bingung denganmu. Begitu banyak keburukanku, mengapa hingga saat ini dirimu mencintaiku?.

Advertisements

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s