Dulu…


stranger

Dulu…

Aku dan kamu hanyalah orang asing, aku hanya tahu engkau yang sama satu angkatan dibangku les. Setiap hari rabu dan jumat ku bisa melihatmu. Sering sekali aku duduk dengan teman-temanku dan teman-temanmu di pojok rumah kecil yang bersebelahan dengan ruang kelasmu. Jika tibanya aku melihatmu tiba, aku hanya menerka-nerka siapakah sosok disana, siapa nama dan dimana rumahnya.

Dulu…

Aku dan kamu hanyalah orang asing, diantara kita tidak ada saling sapa, hingga mengungkapkan kekaguman, hanya diam-diam saja meskipun ingin rasanya menyapa. Aku juga tak tahu harus memulainya dari mana. Apakah harus berkata, ” hai, boleh kenalan gak ?”. Aku juga pun tidak yakin akan apa yang mau ku lakukan. Ku tahu namamu ku tahu nomor telponmu dari temanmu. Ku lakukan, ya dikarenakan aku memang tidak punya nyali saat itu menanyakan bahkan meminta nomor telponmu langsung denganmu. Jika pun saat itu aku sms ataupun telponmu, aku yakin disaat kita bertemu berpapasan dijalan pasti dirimu tak akan mengenalku.

Aku dan kamu hanyalah orang asing, itu dulu kan? Seandainya pertemuan dahulu kita rekam dalam bentuk pita video, aku yakin pertemuan kita tak akan ada yang sama dengan yang lain didunia ini.

14 Februari 2008

Advertisements

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s