Ibarat Tahu dan Tempe ” Berbeda tapi Sama “


Siapa yang tidak mengenal tahu dan tempe. Semua kalangan pastinya mengenal, tahu dan pernah merasakannya. Enak? pastinya sangat enak, dan kedua jenis makanan ini hanya dapat ditemukan di Indonesia, bisa dikatakan ini asli produksi dari negara kita sendiri. Dan tidak tahu pastinya kapan awalnya dan pertama kalinya tahu dan tempe di produksi di Indonesia.

Sama-sama terbuat dari bahan yang sama yakni kedelai, cuma yang membedakannya adalah proses pembuatannya. Jika tempe melalui tahap fermentasi menggunakan ragi dan tahu melalui tahap fermentasi endapan perasan kedelai yang telah digiling terlebih dahulu. Dan bentuknya lah yang juga membuat perbedaan antara keduanya itu menonjol.

Ya, seperti aku dan kamu. Mengapa sama seperti tempe dan tahu. Bukan berarti sama-sama enaknya ketika dinikmati bukan berarti pula semua kalangan suka kepada kita. Melainkan aku dan kamu sama-sama cinta, sama-sama pernah menjalin suatu hubungan khusus namun proses terbentuknya hubungan itu yang membuat kita berbeda. Dimana aku yang dulu belum pernah tahu itu siapa nama kamu, apalagi sosoknya, meskipun kita selalu berada diruangan yang sama selama 3 minggu lebih. Ketika pesan singkatmu dan panggilan tak terjawab menghujani telfon genggamku yang ada aku tetap acuh tak acuh akan pesan singkatmu. Dan ketika itu aku mulai perduli dan tanya siapa namamu, dan engkau pun menjawab dengan tulisan berjumlah 9 huruf, dan ketika aku bertanya itu yang mana orangnya, engkaupun melengkapi kembali balasan pesan singkatmu dengan dia yang berada tepat sebaris dan berajarak satu bangku kebelakang tepat dibelakangmu.

Tapi proses terbentuknya berbeda. Ketika kamu memulai proses mencintaiku dahulunya sebatas melihatku dan mengagumiku serta terus bertanya akan sikapku yang dingin dan misterius. Itu katamu, yang aku baca dan aku lihat di pesan singkat, maupun tulisan di blogmu mengenai ku. Namun aku memulainya itu ketika aku, aku belajar dan kamu mengajariku makna sesungguhnya memiliki. Kini proses masih berjalan meski kita sudah tidak bersama lagi, namun pernah ku tuliskan dalam tulisanku lalu, ini semua seperti jalur kereta api.

Sekarang aku juga berbeda. Semua sudah berubah seiring semakin jauh perjalanan yang telah aku lewati . episode hidup ku saat ini sudah berbeda dengan episode hidup ku yang kemarin. Meskipun perasaan mu pada ku telah berubah ataupun tidak, aku tidak tau. Tapi tetap ku syukuri, apapun itu.

dan apa yang tak pernah terjawab selama proses ini tetap berjalan ? aku tak pernah bisa menjawab, mengapa hingga saat ini aku masih bisa menerimamu dalam kehidupanku, meski dari dahulu hingga sekarang semua itu tetap sama, sama seperti tahu dan tempe.

Tapi ingatlah, “dia” bagi ku tetap ku pandang sama. Aku tak akan mengatakan aku menerima apa adanya, tapi suatu saat aku akan berkata mari kita jalan bersama menuju masa depan, masa lalu itu bisa dikatakan sebuah sejarah. Dan untuk saat ini sudah dikatakan menjadi pra sejarah. Cukup menjadi pelajaran hidup bagi yang telah melewatinya. Aku tau ataupun tidak, aku tidak akan pernah mengatakan atau membicarakan, terkecuali masa lalu itu berjalan dengan ku.

Jika nantinya tahu dan tempe itu menjadi langka dan tak pernah ada lagi dimuka bumi ini, jangan pernah sesali jika kamu suka keduanya itu tak akan pernah kamu bisa melihat hingga merasakannya lagi.

Advertisements

4 thoughts on “Ibarat Tahu dan Tempe ” Berbeda tapi Sama “

  1. perempuan dan laki-laki bisa diibaratkan tahu dan tempe, berasal dari bahan yang sama.
    Kau dan dia berasal dari hati yang sama, meski waktu dan keadaan telah merubahnya menjadi sesuatu yang berbeda. kau harus menjalani kisahmu sendiri, begitu pun dia.
    salam dari kota Swiss van Java…

    Like

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s