Mengapa, harus dalam mimpi


” Jangan pernah cari-cari aku lagi besok, asssalamualaikum”

Kalimat yang begitu singkat namun penuh makna yang dalam. Itulah sebuah kalimat yang aku dengar dan pertemuan  terakhir kalinya setelah pertengkaran heboh pertengahan bulan februari dua tahun lalu. Memang itu semua akibat ulahku sendiri, namun aah sudahlah memang tak pantas untuk dibahas lagi pertengkaran itu.

Dua tahun lebih dan memasuki tahun ketiga ini, tak pernah sedikitpun aku meluangkan waktuku ataupun hari-hariku untuk mengingatnya kembali. Bukan dendam, melainkan memang aku sudah tak ingin mengingatnya kembali. Meski disetiap pertemuan dan berkeumpul dengan teman-teman seperjuangan waktu disekolah dulu sering menanyakannya. ” Tidak tau menau masalah itu”, itulah jawabanku setiap mereka menanyakannya. Namun jika ditanya tentang dia yang memiliki angka 14, ” dia lagi …., kemarin jumpa….kemarin jalan bareng….masih sering komunikasian lancar kok”, memang sangat jauh berbeda jika dengan yang satu itu.

mantan+pacar

Namun mengapa dia yang tak pernah ada dibenakku untuk mengingat kembali, selalu hadir didalam mimpi-mimpiku dalam tidurku. Memang terkadang logika tak sejalan dengan kemauan dan perasaan. Apa dikarenakan memang silaturahmi yang tak pernah terjalin lagi, ataupun ada hal lain yang perlu dibicarakan ataupun disampaikan.

Mungkinkah, janjimu terlalu banyak hingga aku lupa menghitung yang mana saja yang belum kamu tepati(dwitasari)

Kalimat tersebut memang pantas jika itu terlontar dari mulutnya. Namun ketahuilah, aku memang tak berniat lagi untuk menepati janji-janji itu. Pernah ku rasakan kenyamanan dan ketentraman hidup jauh darimu, yang dahulunya penuh gelap hingga menjadi penuh warna. Namun akhir-akhir ini menagapa selalu hadir dalam mimpiku, dan mengapa harus dalam mimpi?

Hanya diam, tersenyum, dan terlihat kamu berambut pendek, terjadi dilokasi-lokasi yang aku sukai.

Itulah gambaran kecil dari mimpiku. Tak pernah aku bisa ingat lengkap setiap pertemuan dalam mimpiku denganmu.

Menjauhlah, aku ingin dekat-dekat dengan kesepian.

Maafkanlah!!

Advertisements

2 thoughts on “Mengapa, harus dalam mimpi

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s