Menyesal Tidak Pernah di Awal


Sudah tidak terasa dari  tahun 2010 hingga sekarang akhir 2013 kuliah sudah hampir masuk usia 4 tahun. Jika ditanya hal yang selalu disesali dalam hidup menjadi seorang mahasiswa pasti jawabku banyak, terlalu banyak dan sangat banyak. Dan jika harus disebutkan, saya akan menyebutkannya satu persatu

tidak paham dan mau belajar bahasa minang

Bagaiamana pernyataan diatas bisa terucap? Sesuai pengalaman saya awal hidup dirantau tanah orang yang mayoritas suku minang dan melayu banyak kejadian yang membuat saya terbahak-bahak ketika teringat. Bagaimana bisa? wong saya orang jawa memang tidak paham dengan bahasa minang, sedangkan bahasa melayu saya paham karena tidak jauh berbeda dengan bahasa indonesia. Suatu ketika saat saya tiba dirumah baru saya dikota Pekanbaru,Riau. Seharian menata rumah karena saat itu rumah baru selesai dibangun. Perut sudah tidak enak terasa karena lapar. Dan bergegaslah mencari sesuatu yang bisa dimakan, bukan rumput pastinya :D. Lirik kanan dan kiri rumah makan kebanyakan bertuliskan Ampera 7000

ternyata ampera ada juga di pekanbaru, bukan hanya di palembang

Saya pikir yang jualan orang palembang namun ternyata orang minang, ketika saya memesan nasi ditanya oleh salah satu pegawai ampera

apo sambal dek ?

kebetulan saya hari itu tidak punya keinginan makan makanan yang bersambal saya menjawabnya

gak pake sambal bang, kasih kuah rendang ya bang satu bungkus aja

waktu itu sebelum harga BBM melambung tinggi harganya masih 7000, namun sekarang bisa sampai 12000. Setibanya sampai dirumah bergegas karena sudah tak tahan menahan perut lapar. Dan ketika dibuka bungkusan nasi berbalutkan kertas nasi dan berlapiskan daun pisang, terkejut dan bertanya dalam hati.

Kok cuma nasi putih doang sama kuah gulai aja, lauknya kemana? apa lupa?

Keesokan harinya saya bercerita kepada salah satu teman saya, kebetulan dia orang minang. Dan apa yang dia katakan sambil tertawa

Sambal itu kalo urang minang maksudnya lauk, kalo cabe itu lado

Baru paham saya ahaha. Dan apalagi penyesalan yang berhubungan dengan bahasa minang? selanjutnya adalah masalah tawar menawar harga ketika berbelanja di toko salah satu pemiliknya adalah orang minang. Dimana-mana tidak hanya orang minang saja, orang jawa ataupun orang batak kalo tidak menggunakan bahasa daerah yang sama bisa-bisa harga selangit dan susah ditawar. Begitu juga sama halnya dengan saya kalo belanja sendiri harga selalu susah ditawar dan tetap tinggi, beda halnya ketika saya berbelanja dengan teman saya yang orang minang. Harga cepat ditawar dan murah meriah.

Dimana bumi dipijak disitulah langit dijunjung. Memang benar pribahasa tersebut, dimana kita tinggal harus bisa paham dan mengikuti kebudayaan dimana kita tinggal. Jika ditanya sekarang, sudah paham atau bisa bahasa minang? sudah meskipun sedikit. Contohnya seperti,

indak ado = tidak ada

buruak=jelek

gadang = besar

kuciang = kucing

iduang = hidung

nah kalo bahasa minangnya telinga? hayoo apa hayoo siapa yang tau?

Advertisements

2 thoughts on “Menyesal Tidak Pernah di Awal

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s