Kuliah Negeri Perantauan


Setiap mahasiswa yang jauh-jauh dari pelosok negeri mengadu cita-cita menitik pendidikan di negeri seberang pasti merasakan banyak hal. Hitam kelamnya dan manisnya hidup di negeri perantauan. Ketika semua harus ditinggalkan dari kampung tempat tinggal demi menuntut ilmu ke jenjang yang lebih tinggi. Berat terasa ketika harus merelakan jauh dari orang tua, adik-adik dan kakak-kakak tercinta dirumah. Namun harus bagaimana itu harus dilakukan demi masa depan. Begitu lama ketika harus berhenti bermimpi harus sering pulang ke kampung, keadaan yang memaksa harus seperti itu. Sedih ketika harus terbayang akan kenangan-kengan yang tak terlupakan selama kuliah.

Jauh dari orang tua dan ketika rindu akan kasih sayangnya hanya mampu terobati dengan suaranya saja lewat telefon. Keadaan semua berubah ketika harus semuanya dilaksanakan sendiri, bisa dikatakan jika dulu dirumah bisa manja, bersikap santai dan bisa apa aja didapat. Namun harus menjalani takdir sebagai seseorang yang bisa hidup bertahan melawan hukum alam. Jika dirumah bisa langsung mengambil makanan di meja makan, di perantauan belum tentu bisa. Harus berfikir bagaimana bisa menggunakan uang dengan baik. Harus memasak makanan sendiri atau harus pergi keluar rumah membeli makanan. Dan ketika dulu menyuci pakaian dicucikan pembantu atau yang lain, namun semua harus dicuci sendiri.

SANDAL JEPIT_783

 

 

Ketika uang jajan/sangu kuliah habis belum tepat pada waktu dikirim lagi, harus memang demi menyambung hidup harus meminjam ke kerabat-kerabat dekat. Ntah tak tahu kapan membayarnya lagi namun itulah kisah-kisah kuliah. Pasti semuanya pernah merasakannya.

Cukup berat memang menjalaninya. Namun jika kita punya pemikiran yang lebih bagus, bagaimana semua itu akan terlewati begitu saja dengan mudah.

Jauh dari orang tua bukan berarti tetap manja. Disinilah perantauan tempat kita memang diajarkan betapa pentingnya rasa mandiri dan bertanggung jawab. Banyak nilai-nilai yang bisa kita ambil.

Adapun yang menjalaninya ketika harus jauh dengan pacar. Berbicara tentang ikatan cinta dengan seorang kekasih, berbeda rasanya dengan yang memiliki kekasih sama-sama dinegeri perantauan. Bisa berjumpa kapan semaunya dimanapun berada.Β Namun ketika yang jauh ya sama seperti dengan orang tua hanya melalui telefon saja.

Jauh dengan orang tua, kekasih, saudara bukan berarti membuat kita menjadi cengeng. Ingat akan mimpi dan cita-cita kita demi semuanya yang terbaik untuk mereka. Mempersembahkan yang terbaik bukan dengan tamat kuliah saja. Namun bisa dikatakan sukses sebelum tamat kuliah lah yang dicari. Sukses disana dapat digambarkan sukses yang memang kita merasakan kepuasan apa yang kita capai dan lakukan sebelum tamat. Dengan membuka usaha lain atau bahkan yang lain. Ingatlah di negeri ini ” Yang mudalah yang berkarya, bukan yang tua yang menjarahnya “.

” Jauh dari orang tua, kekasih dan saudara namun dekat dengan kesuksesan !! “

Advertisements

6 thoughts on “Kuliah Negeri Perantauan

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s