” Kurang dihargailah “, alasannya


Baru ini kejadiian yang masih teringat di pikiran kita yaitu, dimana Negara tetangga kita Malaysia mengklaim tarian Tor-Tor yang berasal dari provinsi Sumatra Utara, Inonesia. Mari kita kaji lebih lanjut mengapa itu terjadi. Berawal dari masalah kepulauan, perairan, tenaga kerja hingga ke budaya. Seni dan budaya di Indonesia sangat banyak, itu merupakan warisan dari generasi sebelum kita. Toh, sebaggai anak cucu dari generasi sebelum kita, kita di wajibkan untuk melestarikannya demi keutuhannya untuk masa yang akan datang. Namun apa yang kita lihat sekarang, semakin lama seni dan budaya kita terpuruk, terpuruk dalam kata lain seni dan budaya negara Indonesia mulai kurang peminatnya, pelestarinya, dan penggemarnya. Banyak anak-anak muda sekarang untuk enggan melestarikannya, ada yang mengatakan ” sudah ketinggalan zaman “.

Banyak generasi muda Indonesia yang terus giat dan tidak bosannya untuk mempelajari budaya asing, sedangkan mempelajari buda dan seni negri sendiri saja tidak ada kemauannya sama sekali, alias gengsi. Hanyalah beberapa jiwa dari penduduk Indonesia yang mau melestarikan seni dan budaya Indonesia. Terus tetap hargai mereka yang memperjuangkan budaya kita, memang negara kita kurang menghargai mereka-mereka yang terus melestarikan budaya di tanah air indonesia ini,pembangunan  mall setiap tahun selalu di beri izin untuk membangun, namun mereka yang punya niat membangun sanggar seni budaya banyak yg hampir putus asa karena ditolak pemerintah, bioskop megah hampir setiap hari 200 pengunjung, sementara sanggar seni budaya atau padepokan yang menampilkan seni wayang misalnya, 20 orang belum tentu ada didalamnya untuk menonton. INDONESIA,MALAYSIA,ataupun PEMERINTAH ” TIDAK HARUS ” selayaknya mereka yang jadi bahan sasaran untuk disalahkan, kembali saja kepada manusia-manusia masingnya… Mampukah anda untuk mengembangkan budaya kita sendiri ? cukup anda yang bisa menjawabnya. Ketika Malaysia tidak berulah, warga negara kita juga masih tetap sibuk menikmati budaya asing, toh setibanya ada kejadian seperti ini baru semua berkomentar, ibarat istilah anak-anak alay ” LOE K3man3 4j3 d4r1 k3m4r13en ?”.

Banyak penduduk indonesia ini yang mempunyai kemampuan dan kualitas sama seperti penduduk barat. Berikut daftar warga Indonesia yang terkenal di negara orang

  1. Johny Setiawan ( Penemu Planet Baru ) adalah seorang ahli astrofisika Indonesia yang akhir-akhir ini namanya mencuat setelah penemuannya mengenai planet baru yang memiliki ukuran hampir sebesar planet Jupiter bersama timnya di Max Planck Institute for Astronomy (MPIA) Jerman menemukan planet baru yang kemudian diberi nama HIP 13044 b.
  2. Josaphat T.S Sumantyo (Penemu Radar 3 Dimensi) ,Dengan totalitas dan dedikasinya di bidang antena, sensor, dan radar, membuat Josh meraih berbagai penghargaan dari Chiba University, antara lain dari Nanohana Venture Competition Award, Nanohana Competition Award hingga Chiba University President Award. Josh juga pernah meraih penghargaan The Society of Instrument and Control Engineers (SICE) Remote Sensing Division Award. Anggota dari Society of Instrument and Control Engineers (SICE) sendiri adalah lembaga-lembaga besar seperti JAXA (lembaga antariksa Jepang), NICT (Institut Nasional Teknologi Informasi dan Komunikasi Jepang), NIES (Institut Nasional Studi Lingkungan), ISAS (Institut Ilmu Pengetahuan Antariksa dan Astronotikal), universitas-universitas, serta perusahaan-perusahaan besar perlengkapan antariksa Jepang mulai dari Mitsubishi, Toshiba, dan NEC. Namun sayang bukan Indonesialah yang memanfaatkan riset Josh, justru negeri Jiran lah yang menikmati hasil penelitian ini. Riset ini kemudian menjadi salah satu bantuan teknologi pemerintah Jepang kepada pemerintah Malaysia untuk memetakan daerah-daerah rawan tanah longsor di Semanjung Malaysia yang proyeknya akan dilaksanakan selama tahun 2011-2016, melalui program Official Development Assistance (ODA).
  3. Dr. Warsito ( Penemu Alat Pemindai (ECVT) 4 Dimensi) Dr. Warsito adalah seorang penemu yang mengembangkan teknologi pemindai atau Electrical Capacitance Volume Tomography (ECVT) 4 Dimensi pertama di dunia. Ilmuwan muslim dari Indonesia ini juga sebagai pemilik paten ECVT yang didaftarkan di dokumen paten Amerika Serikat. Teknologi tersebut kini dipakai oleh Badan Antariksa Amerika Serikat atau National Aeronautics and Space Administration (NASA). ECVT adalah satu-satunya teknologi yang mampu melakukan pemindaian dari dalam dinding ke luar dinding seperti pada pesawat ulang-alik. Tahun 2003 – 2006 ia wara wiri Amerika – Indonesia. Kemudian ia memutuskan kembali ke Indonesia. Ia mengembangkan teknologi ECVT di Center for Tomography Research Laboratory (CTECH Labs) yaitu sebuah laboratorium pada ruang berukuran 5 x 8 meter di sebuah ruko berlantai dua di Tangerang. Cita-cita Warsito ingin membangun institusi riset yang tidak kalah dengan institusi riset mana pun di dunia, dan itu adalah di Indonesia. Namun dia lah yang harus di beri tempat yang mewah, bukan seperti para koruptor dan anggota DPR yang pemalas yang di beri tempat mewah.
  4. Prof. Dr. Khoirul Anwar, Penemu sistem telekomunikasi 4G berbasis OFDM (Orthogonal Frequency Division Multiplexing) ,Prof. Dr. Khoirul Anwar pemilik paten di Jepang atas sistem telekomunikasi 4G berbasis OFDM (Orthogonal Frequency Division Multiplexing) yang kini bekerja di Nara Institute of Science and Technology, Jepang. Dia mengurangi daya transmisi pada orthogonal frequency division multiplexing. Hasilnya, kecepatan data yang dikirim bukan menurun seperti lazimnya, melainkan malah meningkat. Hasil penelitiannya tersebut mampu menurunkan power sampai 5dB=100 ribu kali lebih kecil dari yang diperlukan sebelumnya.

    Tahun 2006 ia juga menemukan cara mengurangi daya transmisi pada sistem multicarrier seperti Orthogonal frequency-division multiplexing (OFDM) dan Multi-carrier code division multiple access (MC-CDMA), yaitu dengan memperkenalkan spreading code menggunakan Fast Fourier Transform sehingga kompleksitasnya menjadi sangat rendah sehingga bisa mengurangi fluktuasi daya. Teknik ini kemudian dipakai oleh perusahaan satelit Jepang. Namun sayang, anak bangsa yang menciptakan, Indonesia harus membeli mahal ciptaannya dari negara yang menyediakan produksi ciptaannya.

Advertisements

3 thoughts on “” Kurang dihargailah “, alasannya

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s